PKS-NasDem Sebut Ada Partai Paksakan Kadernya Dampingi Anies

 

ABNEWS – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengingatkan penetapan bacawapres harus disepakati bersama oleh seluruh parpol koalisi perubahan.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, dalam keterangannya, kemarin.

Kendati demikian, kata Jazuli, dirinya menilai wajar jika ada parpol yang memaksakan kadernya untuk menjadi bacawapres dari Anies Baswedan.

“Kalau keinginan kadernya menjadi cawapres sih wajar-wajar saja, namanya juga sebuah partai politik menginginkan kadernya itu wajar-wajar saja,” kata Jazuli.

Namun, menurut Jazuli, tidak elok pula jika satu parpol yang memaksakan kadernya jika tidak disetujui oleh rekan koalisinya.

“Koalisi itu kan namanya koalisi harus disepakati bersama, dong. Ya, kan? Semua harus sepakat. Tidak boleh kita memutuskan sesuatu ada salah satu yang mengganjal,” jelasnya.

Dia pun mengingatkan bahwa membangun koalisi ibarat sebuah perahu. Sehingga perahu yang dibentuk harus kokoh sehingga nantinya tidak mudah bocor.

“Saya selalu mengatakan dari awal kita ingin membangun koalisi yang kokoh ibarat perahu, kapal, kapalnya tuh kuat, nahkodanya tahu arah jangan sampai nanti kapalnya bocor, kapalnya hancur di tengah jalan. Kapalnya kuat gitu,” jelasnya.

Jazuli pun menyebutkan bahwa omongannya bukan pepesan kosong.

Buktinya, dirinya tidak pernah memaksakan kadernya ditunjuk menjadi bacawapres Anies Baswedan.

“PKS konsisten dan komitmen mudah-mudahan semuanya terus kompak. Mas Anies tetap menjadi capresnya PKS,” ungkapnya.

Sementara itu, politisi sekaligus Bendahara Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, buka-bukaan perihal permintaan Partai Demokrat yang meminta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) mendampingi Anies Baswedan.

“Namanya usaha boleh-boleh aja kan, nggak ada paksaan. Ya namanya normal nanya kapan mau diumumin, wajarlah namanya partai besar juga pengin kader sendiri yang muncul sebagai cawapres Anies,” kata Sahroni, Sabtu (10/8/2023).

Terpisah, Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief mengungkapkan sejumlah nama yang dibahas untuk dijadikan pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Dia menegaskan Partai Demokrat tidak hanya menyodorkan AHY tetapi juga sejumlah nama lainnya. “Selain AHY, ada nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno,” ucap Andi dikutip CNN, Jumat (9/6/2023).

Kemudian, ada pula Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis PBNU Yenny Wahid, Mantan Panglima TNI Andika Perkasa, dan Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Ahmad Heryawan (Aher). “(Lalu) Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Ketua Majelis Syura PKS Ahmad Salim Segaf, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,” ungkap Andi.

Andi mengatakan nama-nama itu disodorkan Partai Demokrat kepada rekan sekoalisi yakni NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Tokoh-tokoh tersebut, kata Andi, ia usulkan atas perintah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Juga atas permintaan tim kecil yang terdiri dari perwakilan Demokrat, NasDem dan PKS. (*)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses