Dituduh Pernah Menipu PPP, Erwin Aksa Lapor Ke Bareskrim Polri

 

ABNEWS – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Erwin Aksa melaporkan politikus PPP Muhammad Romahurmuziy alias Rommy atas dugaan pencemaran nama baik ke Bareskrim Polri.

Erwin Aksa adalah Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Strategis Partai Golkar. Sedangkan Muhammad Romahurmuziy alias Rommy adalah Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekaligus mantan Ketua Umum PPP.

Laporan Erwin Aksa telah dibenarkan oleh Kabag Penum Humas Polri Kombes Nurul Azizah. Nurul menyebut laporan Erwin telah terdaftar dengan nomor LP/B/90/V/2023/SPKT/Bareskrim Polri tanggal 8 Mei 2023.

Dalam laporannya itu, Erwin menduga Rommy telah melanggar Pasal 45 (3) Jo Pasal 27 (3) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 310 (1) KUHP dan/atau 311 (1) KUHP.

Alasan Erwin Aksa polisikan Rommy PPP terkait tuduhan cek bodong Rp35 Miliar.

Pernyataan Rommy yang dipersoalkan Erwin Aksa yakni mengenai cek kosong yang disampaikan oleh Rommy saat hadir sebagai pembicara di sebuah channel Podcast di kanal YouTube ‘Total Politik’ awal Mei lalu.

Berawal dari brolan antara Rommy dan dua orang dari Total Politik menyinggung soal perjanjian utang piutang antara Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat Pilkada DKI Jakarta 2017. Erwin Aksa sempat mengatakan Anies meminjam uang senilai Rp50 miliar kepada Sandiaga.

Saat mendengar nama Erwin Aksa, Rommy kemudian mengeluarkan celetukan bahwa Erwin juga pelaku yang membohongi PPP pada Pilgub 2018 di Sulawesi Selatan. Rommy mengaku Erwin meminta PPP untuk mendukung cagub Agus Arifin Nu’mang kala itu.

Namun, menurut Rommy, Erwin hanya memberikan cek kosong dan tidak mengganti biaya operasional PPP yang diminta mendukung Agus di Pilgub tersebut.

Berdasarkan dokumen bukti cek yang dilampirkan dalam podcast tesebut, terlihat cek bernilai Rp35 miliar dengan tanda tangan pada 12 Januari 2018.

Berikut pernyataan lengkap Rommy dalam Podcast ‘Total Politik’ :

Erwin Aksa juga pelaku, ke PPP juga pelaku dia. Tanya saja apa yang dia lakukan ke PPP di Sulawesi Selatan. Nanti saya kasih buktinya ya.

Pelaku bagaimana?

Lho dia juga sama. Karena kita sudah ada komitmen melakukan kampanye-kampanye tertentu kan. Nah, problemnya kan dia mendorong seseorang untuk kemudian menjadi calon gubernur dan sama sekali tidak ada pemenuhan pembiayaan kampanye sama sekali, gimana mau menang? Tapi kan PPP di sana seperti kambing congek saja, tidak bisa bergerak ke mana-mana. Karena kita sudah berpindah ke calon yang sebelumnya sudah kita dukung secara penuh di Sulawesi Selatan.

Jadi Bang Erwin meminta komitmen PPP unuk mendukung calon yang beliau usung dengan perjanjian komitmen harga tertentu, biaya politik begitu?

Dan itu tidak pernah ada. Ceknya ada, bodong. Oh itu pidana kalau kita laporin pidana. Moga-moga dia (Erwin) lihat ini nanti. Jadi ya menyedihkan gitu lho, kalau kemudian Sandi ketipu dengan tidak dikembalikan, ada lagi yang menipu dengan cara lain lagi. Jadi ya itu tipu menipu dalam politik itu, jangan-jangan politik itu artinya memang menipu.

Jadi cek bodong itu apa?

Cek bodong, yaitu cek itu tidak pernah ada duitnya. Tidak pernah bisa dicairkan, itu bentuknya cek. Itu untung tidak saya cairkan, kalau saya cairkan, jadi pidana dia, langsung di blacklist sama bank nya.

Tahu dari mana kalau itu cek bodong?

Kan dia minta supaya tidak dicairkan. Ketika mau cairkan saya kasih tahu biasanya, kalau jumlah besar kan biasa itu penusaha. ‘Gue cairin ya’, ‘jangan bro-jangan bro, gitu’. Itu turun-turun, oke, nah you ada dealer mobil kan, sudah lah ganti deh untuk operasional teman-teman DPP PPP se-Indonesia.

‘Ga bisa bro perusahaan lagi goyang’. Aku ganti mendekati Pemilu 2019. ‘Bro ganti saja, lu kan ada pabrik semen, kasih lah DO biar kita bantu-bantu masjid. Itu juga kan bisa jadi zakat ente’.

DO itu apa ya?

Delivery order untuk ambil, jadi sudah dianggep bayar. ‘Bawa saja nanti ke agen-agennya semennya ente, jadi nanti tinggal ambil supaya bisa jadi bantuan untuk masjid-masjid kan. ‘Gak bisa bro, perusahaan lagi kesulitan cahsflow’. Wah banyaklah lagi alasannya lah, akhirnya sampe capek sendirian kita.

Tapi Anda komitmen memberikan dukungan itu tidak?

Iya. Rekom turun. Rekom turun. Kan saya yang teken, ketum. Makanya ketika misalnya Erwin mengangkat soal itu, saya bilang kenapa dia tidak berkaca ke diri sendiri ya, gitu saja.

Erwin tidak mungkin lupa ya?

Ya, kecuali amnesia.

(*)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses