Alzier Berharap Ada Perda Sejarah Kelahiran Bumi Andan Jejama

 

ABNEWS – Ketua Umum Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Pesawaran (P3KP) Muhammad Alzier Dianis Thabranie, S.H, S.E, meminta Bupati dan DPRD Kabupaten Pesawaran membuat Peraturan Daerah (Perda) terkait sejarah lahirnya “Bumi Andan Jejama”.

Menurut Alzier, hal itu perlu dibakukan melalui Perda untuk diketahui dan diwariskan kepada generasi-generasi pesawaran mendatang. Karena, lanjut Alzier, kelemahan daerah-daerah di sumatera, khususnya lampung, kerap mengesampingkan catatan sejarah.

“Pesawaran perlu literatur yang nantinya dapat menjadi bahan catatan sejarah generasi selanjutnya,” tutur Alzier, usai peringatan HUT Kabupaten Pesawaran, Rabu (19/7/2023).

Dikatakan Alzier, dengan adanya Perda maka Bumi Andan Jejama yang masih kental adat budayanya akan terus terjaga dan terpelihara adat istiadatnya.

“Hanya itu yang bisa kita lakukan untuk menghadapi arus modernisasi dan globalisasi saat ini. Supaya budaya dan adat kita di Pesawaran tidak tergerus oleh zaman dan tetap lestari,” ungkap Alzier.

Selain itu, dengan adanya Perda tersebut nasib para pejuang pembentukan Kabupaten Pesawaran dapat diperhatikan.

“Kita bangsa beradab, bangsa yang kaya akan adat budaya. Sehingga slogan bangsa yang besar dan berbudaya tidak melupakan sejarahnya bukanlah berlebihan. Itu salah wujud menjaga dan memelihara nilai-nilai sejarah, adat budaya kita. Khususnya di Pesawaran,” tukasnya.

Karena itulah Alzier berharap terkait Perda sejarah kabupaten pesawaran dapat segera diwujudkan.

“Saya minta saudara Bupati Pesawaran dan anggota DPRD Kabupaten Pesawaran untuk membuat Perda tentang sejarah pembentukan Kabupaten Pesawaran. Ini penting sebagai catatan sejarah supaya generasi penerus tahu dan tidak lupa sejarah,” ucap Alzier.

Perda itu juga menjadi bukti keseriusan Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) memperhatikan nasib para pejuang pembentukan Kabupaten Pesawaran. Karena, lanjut Alzier, mereka telah berjuang sepenuh hati, berkorban jiwa raga dan segalanya demi terbentuknya Kabupaten Pesawaran.

“Jangan sampai ada kesan pungli, rampung lali. Karena banyak anggota P3KP ini datang ke saya. Mereka mengeluh tentang keadaan masing-masing mereka,” ujar mantan Ketua Partai Golkar Lampung tiga periode ini.

Mantan Ketua Kadin Lampung ini juga sempat mengatakan, bahwa sekitar 20 tahun lalu dirinya pernah memberikan tanah wakaf untuk gedung adat. Namun, sambung Alzier, sayangnya hingga saat ini peruntukan tanah tersebut tidak jelas. 

Alzier meminta dukungan anggota DPRD dan Bupati untuk membangun lokasi itu sebagai tempat urun rembug para tokoh adat dan tokoh masyarakat Pesawaran.

Alzier juga mengusulkan dibentuknya Yayasan Pendidikan P3KP untuk meningkatkan sumber daya manusia Kabupaten Pesawaran. Menurutnya, Kabupaten Pesawaran bisa maju dengan peningkatan sumber daya manusia.

“Terakhir saya titipkan Kabupaten Pesawaran ini, agar ke depannya kita lebih maju, mandiri, serta bisa menjadi kabupaten terdepan bagi Provinsi Lampung,” imbuhnya.

Alzier berharap, semoga di tahun depan di hari peringatan ulang tahun Kabupaten Pesawaran yang ke-17 Perda tentang sejarah Kabupaten Pesawaran sudah ada.

“Soal rancangan perda saya meminta masyarakat adat dan tokoh-tokoh masyarakat di pesawaran ini dilibatkan. Karena ini menyangkut sejarah dan sejarah jangan dilupakan. Ingat, bangsa yang besar yang beradab tidak akan pernah melupakan sejarahnya,” pungkas Alzier. (*)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses